Menu Utama
Berita

Pemukiman Transmigrasi Jadi Kawasan Wisata

13 Desember 2012, 02:54:03 WIB
Penuli : Admin

Puruk Cahu, 31 Januari. Pemukiman transmigrasi di Desa Bahitom, Kecamatan Murung, Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, mulai 2012 dijadikan kawasan wisata pertanian terpadu.

“Lahan pertanian dan palawija ini nantinya dikembangkan sedemikian rupa dengan teknologi tepat guna sehingga mampu menarik untuk dikunjungi sebagai tempat wisata,” kata Kepala Dinas Sosial, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Kabupaten Murung Raya Suharto di Puruk Cahu, Selasa(31/1).

Ia menjelaskan, pertanian di lahan pemukiman transmigrasi itu pada masa mendatang juga memanfaatkan pupuk organik yang bahan bakunya di antaranya hasil peternakan sapi masyarakat setempat.

Kawasan transmigrasi di kabupaten paling utara Kalteng itu topografinya berbukit-bukit dengan pemandangan yang indah sehingga potensial dikembangkan menjadi kawasan wisata pertanian.

“Saat ini kami sedang melakukan sosialisasi rencana pengembangan kawasan pemukiman transmigrasi itu menjadi tempat wisata dengan warga setempat dan pemerintah daerah,” katanya.

Suharto mengatakan, untuk mendukung dijadikanya kawasan wisata pertanian itu, pada 2012 Pemerintah Kabupaten Murung Raya memperbaiki ruas jalan kawasan pemukiman transmigasi di wilayah Desa Bahitom, Kecamatan Murung dengan dana sebesar empat miliar rupiah.

“Perbaikan jalan ini diharapkan mampu memudahkan akses sesama warga transmigrasi, menjual hasil perkebunan, dan kebutuhan lainnya keluar desa,” katanya didampingi Kepala Bidang Pengembangan Transmigrasi, Budiman.

Ia menjelaskan, lahan pertanian di kawasan pemukiman transmigrasi yang dihuni sejak 2008 oleh ratusan warga berasal dari luar Pulau Kalimantan dan sebagian lokal itu, sebagian lahan usahanya di saran pemukiman (SP) I ditanami padi ladang atau padi gunung seluas 85 hektare yang saat ini sebagian sudah panen.

Lokasi transmigrasi di kabupaten yang kaya sumber daya alam berupa tambang emas, batu bara, dan kayu itu seluas 1.214 hektare.

Lokasi yang mulai dibuka 2008 itu, telah ditempati 200 keluarga yakni 100 keluarga berasal dari warga lokal dan 100 keluarga lainnya transmigran berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Lampung Utara, Kebumen, Tangerang, dan Jakarta.

Pada 2009, kabupaten satu-satunya di Kalimantan Tengah yang dilintasi garis khatulistiwa itu menambah penghuni di lokasi itu sebanyak 100 keluarga transmigran berasal dari Lampung Utara dan Kebumen, Jawa Tengah, masing-masing 25 keluarga, dan 50 keluarga lainnya berasal dari warga setempat

Situs Terkait
Jumlah Pengunjung