Menu Utama
Berita

Belajar dari transmigrasi

13 Desember 2012, 02:58:32 WIB
Penuli : Admin

Sebagai daerah transmigrasi, Lampung memiliki Museum Ketransmigrasian. Museum ini menyediakan sarana bagi pengkajian dan pegembangan data ketransmigrasian di Indonesia secara umum dan di Lampung secara khusus.

“Museum Ketransmigrasian mendokumentasikan sejarah dan kisah transmigran,” kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Nasional Ketransmigrasian Bambang Sigi

Dia mengungkapkan museum tersebut dibangun di Pesawaran karena alasan sejarah, yaitu transmigrasi pertama di Indonesia dilakukan di Desa Bagelen pada 1905. Selanjutnya, daerah yang menjadi tujuan transmigran yaitu Metro pada 1930.

Bambang menjelaskan target utama museum ini adalah pelajar. Sebab, pelajar di Lampung harus mengetahui sejarah transmigrasi yang ada di Lampung sehingga dapat memetik pelajaran dari kisah sukses para transmigran yang bekerja keras di Lampung.

Selain itu, benda-benda koleksi zaman transmigran dahulu dapat menjadi bahan pembelajaran siswa menambah wawasan serta pengetahuan terkait proses perpindahan penduduk dari kota ke desa. “Di sekolah, siswa tidak akan mempelajari transmigrasi secara mendalam, museum inilah tempat bagi mereka mengenal transmigrasi secara komprehensif,” ujar Bambang.

Museum ini dilengkapi dengan 10 anjungan, yaitu Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Lampung, dan Suriname. Melalui anjungan yang ada, siswa dapat mengenal dan memperluas wawasannya tentang berbagai daerah tersebut.

Situs Terkait
Jumlah Pengunjung